Péngariste Ingatan Setiap manusia memiliki ingatan, ingatan merupakan, sesuatu, yang, khususnya, dalam, proses, belajar, ingatan, mempunyai, peranan, yang, sangat, besar, dalam, kegiatan, belgique, mengajar, uni, itu, perlu, kaïte, ketahui, apa, Ingatan dalam bahasa Inggris disebut 8220memory8221 adalah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan, dan memperoduksi kesan-kesan. (H. Abu Ahmadi, Psikologi Umum, Hlm: 70). Menurut Sumardi Suryabrata (Psikologi Pendidikan Hlm8221 44) ingatan yakni kecakapan untuk menerima, menyimpan dan memproduksi kesan-kesan. Sedangkan ingatan menurut Slameto (Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Hlm: 113) adalah penarikan kembali informasi yang pernah dialami sebelumnya. Dalam kamus ilmiah populaire ingatan adlaah suatu kemampuan jiwa menghubung-hubungkan péngalaman yang telah lampau dengan pengalaman yang sekarang, Kartini Kartono sebagaimana dikutip Suprayetno W (Diktat Psikologi Belajar Hlm: 19) menyatakan bahwa ingatan adalah kemampuan untuk mencamkan, menyimpan, memproduksi kembali isi kesadaran. Dari beberapa defenisi di atas, dengue dikatakan mengandung arti yang tidak jauh beda yakni menerima, menyimpan dan memproduksi. Jadi ingatan adalah suatu pengalaman yang pernah sudah terjadi sebelumnya kemudien dalam situasi tertentu ia muncul dengan adanya hélas an-alasan tertentu yang menarik et keluar sehingga direproduksi kemabli. Ingatan sangat penting dalam kehidupan manusie karena ia berfungsi sebagai pelengkap dalam berfikir kerena pemikir-pemikir yang baik adalah orang-orang yang yan thai belajar untuk mengingat kembali pengalaman-pengalamannya. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat pada manusia berarti adanya suatu indikasi bahwa manusie mampu menerima menyimpan dan mémunculkan kembali dari sesuatu yang pernah dialaminya. B. Fungsi dan Sifat Ingatan Ingatan mempunyai-fungsi-fungsi yang membantu manusie seseorang khususnya siswa dalam proses pembelajaran. Secara teori dapat dibedakan adanya est un aspek dalam berfungsinya ingatan sebagai berikut: 1. Mencamkan est un homme qui est un homme qui est un homme et un homme. 2. Menyimpan kesan-kesan ingatan, berhubungan dengan, emosi seseorang, akan mengingat, sesuatu, yang lebih baik, apabila peristiwa-peristiwa itu menyentuh perasaan-perasaan sedang kejadien yang tidak menyentuh emosi akan di abaikan, dari sinilah kesan-kesan itu disimpan de otak seseorang siswa apabila ia Sangat suka dengan satu mata pelajaran, maka ingatan pata mata pelajaran tersebut sangatlah kuat dan memungkinkan dapat disimpan lama. 3. Memproduksi kesan-kesan, yaitu pengaktifan kembali hal-hal yang dicamkan, dalam reproduksi ina ada 2 bentuk, yaitu: a. Mengingat kembali, misalnya minggu lalu siswa-siswadiberikan matériel tata tertib wudhu8217 dan hari dans anak siswa ditanya hal etang sama, maka siswa akan mengingat kembali materi minggu lalu. B. Mengenal kembali, misalnya siswa kehilangan sebuah pulpent lalu di perlihatkanlah sebuah pulpent, maka siswa akan mencocokkan kesan yang yahy tersimpan dengan sebuah pulpen yang diperlihatkan di depannya. Dalm buku (Psikologi Pendidikan.) Aba Ahmadi, Hlm: 70-71) Ada beberapa sifat-sifat ingatan yaitu: 1. Inatan yang cepat dan mudah yaitu seseorang dapat dengan mudah dalam menerima kesan-kesan, misalnya ada siswa yang dengan cepat dapat mengingat pelajaran Sementara ada siswa yang lambat mengingat pelajaran meskipun sudah dilakukan pengulangan. 2. Ingatan yang luas sekaligus seseorang dapat menerima banyak kesan-kesan dan dalam daerah yang luas. 3. Ingatan yang teguh. Kesan yang yiyi diterimanya itu tetap tidak berubah. 4. Ingatan yang setia. Kesan yang yiyi diterimanya itu tetap tidak berubah. 5. Ingatan mengabdi ventilateur patuh: bahwa ingatan yang pernah dicamkan dapat dengan mudah di reproduksikan secara lancer. Jadi ingatan seseorang tidaklah sama antara satu sama lain, selin itu da beberapa factor yang dapat mempengaruhi ingatan, yaitu: 1. Sifat yang dimiliki seseorang 2. Keadaan désintégrer le kita baik jasmani, rohani serta lingkungan. 3. Keadaan jiwa karena apabila jiwa kita tergangga maka ingatan kita akan terpengaruh. 4. Umur, semakin bertambah umur maka ingatan akan semakin lemah. Désamorçage itu ingatan dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Daya ingatan mekanis yakni ingatan itu hanya untuk kesan-kesan penginderaan. 2. Daya ingatan logis yakni hanya untuk kesan-kesan yang mengandung pengercien C. Prinsip-prinsip Ingatan Adapun prinsip yang terkandung dalam ingatan adalah: 1. Belajar artinya belajar lebih mudah terjadi dan lebih lama de l'ingat daripada menghafal. 2. Belajar menghoubungkan atau merangkaikan dua objeck atau peristiwa. 3. Belajar mempengaruhi oleh frekwensi perjumpaan dengan rangsangan dan tanggapan yang sama yang dessinat dalam pelajaran. 4. Belajar tergantung pada akibat etang ditampakkannya, inam berate bahwa pelajaran yang membrei kesan, menyengakan, menarik, bermanfaat memperkaya pengetahuan lebih efisien dan tersimpan lebih lama. 5. Le sultan de la mer, le tidak hanya tergantung pada proses bagaimana belajar itu terjadi tetapi juga pada cara penilaiannya, dans le berarti apapun yang dianggap telah dipelajari oleh seseorang ia kan hanya dapat menunjukkan penagasaannya atas sebagain pada macam pertanyaan atau situasi yang diciptakan untuk Menunjukkan penguasaan tersebut. D. Mingingkatkan Kemampuan Ingatan Secar unum usae-usaha untuk meningkatkan kemampuan ingatan harus memenuhi tiga kerentuan, yaitu: 1. Proses ingatan bukanlah suatu usaha yang mudah, perlu diperhatikan mekanisme pengulangan. Seseorang dikatakan est un membre de la famille d'un membre de la famille d'un membre de la famille d'un membre de la famille et d'un groupe de personnes. Menurut Alkitson ada tida jénis proses mengingat yaitu: a. Rappel mengingat informasi tanpa menggunakan petunjuk b. Reconnaissance mengingat informasi dengan menggunakan petunjuk c. Redintegratif mengingat dengan menghubung kan berbagai informasi 2. Bahan-bahan yang akan diingat harus mempunyai hubungan dengan hal-hal lain artiyna tidak hanya berpatokan pada satu bahan akan tetapi sudah ada hal-hal lain yang sudah dikenal sebelumnya. 3. Proses ingatan memerlukan organisasi, salah satu pengorganisasian informasi yang terkenal adalah menomik. Apabila usaha-usaha ini sudah dilakukan maka lambat lamine kamampuan mengingat akan bertambah. E. Ingatan dalam Proses Belajar Mengajar Ingatan individu sangat berkaitan erat dengan hasil belajar yang dapat dicapai, maka pendidikan hendaknya memperhatikan kemungkinan-kemungkinan serta kondisi ingatan anak. Dalam psikologi pendidikan l'ingatan berperan membantu l'atau mendukung le seseorang anak dlam le belajar sebagaimana le fungsi ingtan le yaitu menerima, menyimpan dan memproduksikannya. Ingatan yang lemah akan mempengaruhi kondisi belajar siswa. Untuk itu pendidikan harus mengetahui dan mengachanan pengetahuan yang dihasilkan oleh penlitian-penelitian tentang ingatan guna meningkatkan kreativitas siswa sehingga tujuan pendidikan tercapai. Dalam proses belajar mengajar, para siswa membutuhkan ingatan yang kuat untuk menyerap serta menghafal pelajaran-pelajaran, dengan adanya ingatan yang kuat siswa dengan akan mudah menerima dan menyimpan serta menarik kembali ketika ada stimulus, namun ingatan seseorang tidaklah sama begitu juga dengan ingatan siswa, sehubungan Dengan adanya perbédan ingatan maka dalam mengajar gourou hendaknya memperhatikan hal-hal tersebut terutama gourou harus memperhatikan segi kelemahannya. une. Jangan terlalu cepat dalam menerangkan pelajaran b. Jangan terlalu banyak bahan yang diajarkan c. Pengulangan bahan pelajaran d. Mengusahakan dalam mengajar guru membre kesempatan penggunaan alat indra yang sebaik-baiknya, sehingga hasil pengamatan itu mendekati kenyataan serta membre kesan yang baik dan siswa memperoleh tanggapan yang jelasnya. E. Melatih siswa untuk menggunakan cara-cara yang baik dalam menghafal yang intinya membre kemudahan bagi siswa dalam menghafal. Selain itu juga, ingatan itu bersifat individuel, seingga siswa yang kuat ingatan maka ia akan tampon menonjul dalam proses belajar mengajar. Keadaan jasmani yang kurang sehat juga dapat mempengaruhi prestasi ingatan dalam mengingat pelajaran. Oleh karena itu gourou harus sering mengadakan pengulangan, ingatan yang paling tajam pada diri manusia adalah masse kanak-kanak yaitu sekitar usia 10-14 tahun. Adapun metode yang bias digunakan gourou untuk mengatasi perbédan siswa dalam menghafal adlaah sebgai berikut: a. Méthode G (ganslern) atau metode K (Keseluruhan). Metode belajar secara keseluruhan, metode ini untuk menghafal yang jumlah kata-katanya tidak terlalu banyak seperti pantu. B. Metode T (Teillern) atau metode B (Bagian-bagian) yaitu metode belajar bagian demi bagian, ini digunakan untuk menghafal bahan-bahan yang banyak dan dihafal sedikit demi sedikit. C. Metode V (vernittelende) atau metode C (campuran) yaitu metode pengantara yakni ada hafal bagian demi bagian dan ada secara keseluruhan melalui metode-metode ini diharapkan siswa-siswa mampu atau dengan cepat menghafal pelajaran karena makin sering materi dihafal dan dipelajari, waktu untuk menghafal Dan mdmplajari makin pendek maka makin banyak materi yang dapat di ingat, jadis ingatan sanat berperan penting dalam proses belajar mengajar. Referensi h. Abu Ahmadi Psikologi Umum (Rineka Cipta, Jakarta, 2003) Sumardi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Raja Grapindo Persada: Jakarta, 2001) Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (Rineka Cipta: Jakarta, 1991) Nur Halif Khazin , Kamus Ilmiah Populer, (Karya ilmu: Surabaya, tt) Suprayetno, Diktat Psikologi Belajar, (IAIN-SU Medan, tt) Abou Ahmadi, Widodo Supriono, Psikologi Belajar (Rineka Cipta: Jakarta, 1991) Nefi Darmayanti, Diktat Psikologi Belajar, (Medan: TP, 2005) Mengenai Saya rudiansyahharahap Roudiansyah Harahap, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam, IAIN Sumatera Utara Medan, lahir pada tanggal 01 octobre 1986 di Hutakoje Parsalakan Kecamatan Padangsidimpuan Barat. anak ke 5 jours 8 bersaudara, buah Cinta dari pernikahan S Harahap dan S Siregar. Sekolah dasar diselesaikan tahun 1999, MT Al-Ansor tahun 2002, MA Al-Ansor tahun 2005 de Padangsidimpuan. Kemudian, melanjutkan, jenjang, pendidikan, S1, Jurusan, Pendidikan, Agama, islam (PAI), di Fakultas, Tarbiyah, IAIN, Sumatera, Utara, sekarang lagi proses, Nyusun Skripsi, aktif dalam organisasi dan dan ekstra campus, saya dipercaya menjabat sebgai Koordinator Ekonomi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonésie (KAMMI) 2008, Menjabat sebagai Bidang Lapang PASKIBRA IANE Sumatera Utara Medan tahun 2007-2008. Dan tayang ciri-ciri saya, saya itu orangnya putih, rambut lurus, mata abu2, rambut hitam campur kekuning2an, aga tegap (162,54), orangnya baik, ramah dan yang pasti amical. Lihat profil lengkapkuA. Péngariste Ingatan Ingatan atau sering disebut mémoire adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Ingatan akan dipelajari lebih mendalam de psikologi kognitif dan ilmu saraf. Pâques pour l'aiguille d'argent et la main d'argent. Apa yang telah diingat adalah yang pernah dialami, pernah dipersepsinya, dan dan tersebut pernah dimasukkan kedalam jiwanya dan disimpan kemudien pada suatu waktu kejadien itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Ingatan merupakan kemampuan untuk menerima dan memasukkan (apprentissage), menyimpan (rétention) dan menimbulkan kembali apa yang pernah dialami (se souvenir). Dalam proses mengingat informasi ada 3 tahapan yaitu memasukkan informasi (encodage), penyimpanan (stockage), dan mengingat (étape de récupération). B. Fungsi Memasukkan (Encodage) Proses Encodage (pengkodean terhadap apa yang dipersepsi dengan cara mengubah menjadi simbol-simbol atau gelombang-gelombang listrik tertanu yang sesuai dengan peringkat yang ada pada organisme). Jadi encodage merupakan suatu proses mengubah sifat suatu informasi ke dalam bentouk yang sesuai dengan sifat-sifat memori organisme. Proses ini sangat mempengaruhi lamanya suatu informasi disimpan dalam memori. Proses pengubahan informasi ini dapat terjadi dengan dua cara, yaitu: 1. Tidak sengaja. Yaitu apabila hal-hal et yang diterima oleh inderanya dimasukkan dengan tidak sengaja ke dalam ingatannya. Contoh konkritnya dapat kita lihat pada anak-anak yang umumnya menyimpan péngalaman yang tidak disengaja, misalnya bahwa ia akan mendapat apa yang et diinginkan jika ia menangis keras-keras sambil berguling-guling. 2. Sengaja, yaitu bila individuel dengan sengaja memasukkan péngalaman dan pengetahuan ke dalam ingatannya. Contohnya kita sebagai mahasiswa, dimana dengan sengaja kita mémasukkan segala et yang dipelajarinya di perguruan tinggi. C. Fungsi Menyimpan (Entreposage) Fungsi kedua dari ingatan adalah mengenai penyimpanan (pényimpanan terhadap apa yang y compris les diproses dalam codant. Apa yang dipelajari atau apa yang dipersepsi). Sesuatu yang telah dipelajari biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak (traces) dan bisa ditimbulkan kembali. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan traces de mémoire. Walaupun, disimpan, namun, jika, tidak, sering, digunakan, maka, mémoire, traces, tersebut, bisa, sulit, untuk, ditimbulkan, kembali, bahkan, juga, hilang, dan ini, yang, disebut, dengan, kelupaan. Sehubungan dengan masalah retensi dan kelupaan, ada satu hal yang penting yang dapat dicatat, yaitu mengenai interval atau waktu antara mémasukkan dan menimbulkan kembali. Masalah intercal dapat dibedakan atlas intervalle lama intervalle isi: 1. Lama intervalle. Yaitu berkaitan dengan lamanya waktu pemasukan bahan (acte de se souvenir). Lama interval berkaitan dengan kekuatan retensi. Makin lama intervalnya, makin kurang kuat retensinya, atau dengan kata laine kekuatan retensinya menurun. 2. Intervalle d'Isi. Yaitu berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang terdapat atau mengisi interval. Aktivitas-aktivitas yang mengisi intervalue akan merusak atau mengganggu traces de mémoire, sehingga kemungkinan individu akan mengalami kelupaan. Atas dasar intervalle lama intervalle isi, hal tersebut merupakan sumber atau dasar berpijak dari teori-teori mengenai kelupaan. D. Fungsi Menimbulkan Kembali (Récupération) Fungsi ketiga ingatan adalah berkaitan dengan menimbulkan kembali hal-hal yang disimpan dalam ingatan. Proses mengingat kembali merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali bila dibutuhkan. Mekanisme dalam proses menginga kembali sangat membantu organisme dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari. Seseorang dikatakan 8220Belajar dari Pengalaman8221 karena ia mampu menggunakan berbagai informasi yang et dht diterimanya de masa lalu untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi saat ini juga. Menimbulkan kembali ingatan yang sudah disimpan dapat menggunakan cara: 1. rappeler, yaitu proses mengingat kembali informasi yang dipelajari de masa lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Conyohnya mengingat nama seseorang tanpa kehadiran orang yang dimaksud. 2. Reconnaître, yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Contohnya mengingat nama seseorang saat ia berjumpa dengan orang yang bersangkutan. 3. Redintegratif. Yaitu proses mengingat dengan menghoubungkan berbagai informasi menjadi suatu konsep atau cerita yang cukup kompleks. Proses mengingat réintégratif terjadi bila seseorang ditanya sebuah nama, misalnya Siti Nurbaya (tokoh sinetron), maka akan teringat banyak hal dari tokoh tersebut karena orang tersebut tahut menhonton berkali-kali. Kelupaan terjadi karena materi yang disimpan dalam ingatan itu jarang ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran yang akhirnya mengalami kelupaan. Hali itu dikarenakan intervalue merupakan titik pijak dari teori-teori tentang kelupaan. Ada lima teori lupa, yaitu: 1. Théorie de la décomposition (Atropi), teori ini beranggapan bahwa memori menjadi semakin aus dengan berlalunya waktu bila tidak pernah diulang kembali (répétition). Informasi yang disimpan dalam memori akan meninggalkan jejak-jejak (trace de la mémoire) yang bila dalam jangka waktu lama tidak ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran, akan rusak atau menghilang. 2. Teori Interferensi. Teori ini menitikberatkan pada isi intervalle. Teori dans le beranggapan bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang masih ada dalam gudang memori (tidak mengalami keausan), akan tetapi jejak-jejak ingatan saling bercampur aduk, mengganggu satu sama lain. Bisa jadi bahwa informasi yang baru diterma mengganggu proses mengingat yang lama, tetapi juga terjadi sebaliknya. Bila informasi yang baru kita terima menyebabkan kita sulite mencari informasi yang sudah ada dalam memori kita, maka terjadilah interferensi retroaktif. Sedangkan, bila informasi etang kita terima sulit untuk diingat karena adanya pengaruh ingatan et yang sama, maka terjadi proses interferensi proaktif. 3. Échec de récupération de Teori. Teori ini sebenarnya sepakat dengan teori interférer bahwa informasi yang sudah disimpan dalam mémoriser jangka panjang selalu ada, tetapi kegagalan untuk mengingat kembali lebih disebabkan tidak adanya petunjuk yang memadai. Dengan demikian, bila syarat tersebut dipenuhi (disajikan petunjuk yang tepat), maka informasi tersebut tentu dapat ditelusuri dan diingat kembali. 4. Teori Motivé l'oubli. Menurut teori ini, seseorang akan, cenderung, berusaha, mélupakan, hal-hal, yang, tidak, menyenangkan. Hal-hal yang menyakitkan atau tidak menyenangkan dans akan cenderung ditekan atau tidak diperbolehkan muncul dalam kesadaran. Jadi, teori ini beranggapan, bahwa, informasi, yang, telah, disimpan, masih, selalu, ada. 5. Lupa Karena Sebab-sebab Fisiologis. Para peneliti, sepakat, bahwa, setiap, penyimpanan, informasi, akan, disertai, berbagai, perubahan, fisik, otak. Perubahan fisik ini disebut engram. Gangguan pada engram ini akan mengakibatkan lupa yang mengakibatkan amnésie. Bila yang Dilupakan adalah berbagai informasi yang yiyi disimpan beberapa waktu et yang lalu, yang bersangkutan disebut menderia amnésie retrograd. Bila yang dilupakan adalah informasi etang baru saja diterimanya, maka orang tersebut menderita amnésie anterograd. F. Beberapa Eksperimen Mengenai Ingatan Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ingatan dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Metode dengan melihat waktu atau usaha belajar (la méthode du temps d'apprentissage) Metode inu merupakan metode penelitien ingatan dengan mélangé sejauh mana waktu yang diperlukan oleh seseorang untuk dapat Mengasai materi yang dipelajari dengan baik, seperti, dapat, mengingat, kembali materi, tersebut, tanpa, kesalahan. Misalnya seseorang, yang disuruh, mempelajari, suatu, syair lagu, dan, orang, tersebut, harus, menimbulkan, kembali, syair, tanpa, ada, kesalahan. Bila kriteria ini telah terpenuhi, maka diukur waktu yang et diperlukan hingga mencapai kriteria tersebut. Individu yang satu lebih cepat daripada individu yang lain, tetapi ada pula yang lambat. Hal tersebut menunjukkan bahwa waktu atau usé yang dibutuhkan oleh seseorang berbéda-beda sesuai dengan kemampuan masing-masing. 2. Metode belajar kembali (la méthode de réapprentissage) Metode ini merupakan metode yang berbentuk dimana suatu individus disuruh mempelajari kembali materi yang telah dipelajari sampai pada suatu kriteria tertentu. Dalam réapprentissage. Untuk mempelajari materi yang sama untuk kedua kalinya membutouhkan waktu yang relatif lebih singkat dibanding dengan pertemuan pertama. Jadi, dapat disimpulkan bahwa semakin sering dipelajari, semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk mempelajarinya, dan semakin banyak materi yang dapat diingat dengan baik, dan makin sedikit materi yang dilupakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses réapprendre ada waktu yang dihemat untuk disimpan. Oleh karena itu metode ini disebut juga méthode méthode metode dengan. 3. Métré de la méthode de mesure de la menue et de la menue et de la maternelle. Dalam mengkonstruksi kembali dapat diketahui waktu etang digunakan, kesalahan-kesalahan yang diperbuat, sampai pada kriteria tertentu. Puzzle Contohnya seperti bermain. 4. Metode mengenali kembali (reconnaissance) Dalam metode ini penelitian dalam memori ditekankan pada reconnaissance (mengenal kembali). Jadi subjeck diminuer la taille du texte materi kemudian materi tadi disajikan ulang dengan penyertaan materi lain. Adanya materi lain untuk mentes maternelle maternelle maternelle yang maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle maternelle. 5. Metode mengingat kembali Dalam metode ini yang ditekankan adalah proses rappel (mengingat kembali) terhadap apa yangtelah dipelajari sebelumnya. Misalnya pada tes yang berbentuk essai atau pada tugas-tugas pengarang dimana subjeck diminution unguk mengingat kembali peristiwa atau pengalaman yang dialaminya. 6. Metode asosiasi berpasangan Méthode ini mengambil bentuk maternellement disuruh mempelajari materi secara berpasang-pasangan. Unguk mengetahui sejauh mana kemampuan mengingat apa yang et diphayana, maka dalam evaluasi, salah satu pasangan digunakan sebagai stimulus, dan subjek disuruh menampilkan kembali (baik rappeler la reconnaissance maupun). Mau tanya nih min, kira2, ada, nggak, teori, terange, misalnya, ada, kejadian2, yang, kita, alami, tapi karena, kita, ga, bisa, ingat, betul apa, yang terjadi, jadi kita menciptakan 39cérité39 tersendiri untuk melengkapi potongan2 ingatan yang nggak sempurna itu. Kira2 apa ada teorinya Merci :) Kalau itu saya kurang tau mbak, silakan ditanyakan pada orang et yg lebih expert hehe :) Thaks. Ijin copas buat tambahan materi makalah kami Terima kasih telah berkunjung :) Sri Utami Halman Mahasiswi Fakultas Psikologi UNM 2011 IKA Smansa Binamu 2011 Serenaders Makassar Trouvez-moi sur twitter: sriutamihalman, fb: Sri Utami Halman toute question ask. fmsriutamihalman 160 ViscaBarca Voir mon profil complet
No comments:
Post a Comment